Pengobatan Tradisional Asam Lambung –
Apabila anda menderita gangguan pada lambung seperti mulas, mual, kembung, gas
berlebih, dan ketidaknyamanan perut setelah makan mengindikasikan terjadinya
kelebihan asam lambung. Apabila penyakit ini dibiarkan maka akan
membahayakan organ lainnya. (Baca : Bahaya Naiknya Asam Lambung dan Komplikasi Asam Lambung)
Segera lakukan pengobatan
yang tepat. Saat ini banyak masyarakat yang percaya hanya pada obat obatan
berbahan kimia dan juga obat medis lainnya. Padahal, nenek moyang kita telah
memberikan ramuan tradisional secara turun menurun yang mampu menyembuhkan
penyakit asam lambung. Bukan hanya itu, saat ini para ahli pun turun
merekomendasikan ramuan tradisional tersebut karena telah teruji pada
hasil penelitiannya.
Selain obat-obatan kimia,
kelebihan asam lambung dapat diredakan dengan pengobatan tradisional asam
lambung berikut ini :
1. Cincau
Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Caranya:
Ø 1 genggam daun cincau
(kira-kira 80 gram berat basah).
Ø Daun dicuci lalu digiling
halus.
Ø Lalu diremas dengan air
masak seperlunya dan disaring,
Ø diberi air kapur sirih
seperlunya agar lekas menjadi kental.
Ø Setelah menggumpal dimakan
dengan air gula atau sirup.
Ø Dalam sehari cara ini
dilakukan 3 kali, masing-masing dengan gelas ukuran kira-kira 200 cc.
2.
Meniran Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Tanaman ini merupakan tanaman terna yang tumbuh tegak pada tempat
lembab dan berbatu.
Caranya:
Caranya:
Ø Cuci
Ø Rebus segenggam daun
meniran dalam 3 gelas air bersih.
Ø Merebusnya dilakukan hingga
volume airnya tinggal setengahnya.
Ø Sesudah dingin disaring
lalu diminum dengan madu seperlunya.
Ø Cara ini dilakukan 3 kali
dalam sehari.
3.
Mentimun Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Caranya
:
Ø Beli mentimun segar.
Pastikan kulit mentimun berwarna hijau tanpa bintik-bintik kuning atau hitam.
Mentimun yang berwarna kekuningan atau layu menunjukkan kurangnya kesegaran.
Ø Iris memanjang mentimun
setebal kurang lebih 1 cm. Makan 2 potong setiap 2 jam untuk menyembuhkan
kelebihan asam lambung.
Ø Anda dapat makan irisan
mentimun lebih banyak atau sedikit tergantung pada keparahan gejala.
Ø Kupas kulit dan buang biji
mentimun untuk menjaga kesegaran dan kandungan nutrisinya.
Ø Campur mentimun dengan
bahan-bahan lain yang juga berkhasiat meredakan keasaman lambung, seperti
yogurt, wortel, mint, atau bawang putih mentah.
Ø Cara lain, campur 1 cangkir
yoghurt dan setengah buah mentimun parut dengan garam, merica, dan bawang putih
secukupnya.
Ø Anda bisa mencampurkan saus
ini pada salad atau roti untuk mencegah keasaman lambung.
Ø Gunakan irisan mentimun
dalam salad, tapi jangan terlalu banyak menggunakan cuka untuk menyembuhkan
keasaman lambung.
Ø Cuka yang terlalu banyak
hanya akan membuat lambung semakin asam.[]
4.
Kunyit Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Sifat-sifat kunyit yang dapat menyembuhkan luka sudah dilaporkan
sejak tahun 1953. Studi kasus untuk sakit perut akibat tukak lambung, setelah
12 minggu pengobatan, 88% pasien yang menerima pil kunyit (3 pil, yang setara
dengan 4 g) memperlihatkan perbaikan dan satu kasus tersembuhkan.
Caranya:
Ø Siapkan 2 jari tangan
kunyit.
Ø Dikupas dan dibersihkan,
diparut, dan ditambah air matang.
Ø Setelah itu, diperas
melalui kain bersih.
Ø Hasilnya didiamkan dan
diambil airnya.
Ø Dalam sehari diminum 2
kali, masing-masing satu ramuan.
Ø Meminumnya pagi sebelum
makan dan malam sebelum tidur.
5.
Kamomila Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Di Jawa Barat, tanaman kamonila dikenal sebagai teh kembang. Dulu
di Garut kamomila digunakan sebagai bahan tambahan teh hijau.
Caranya:
Ø 1 sendok teh bunga
kamomila.
Ø Air panas sebanyak 150 ml
dituangkan ke dalamnya,
Ø didiamkan selama 5 – 10
menit,
Ø lalu diminum.
Ø Frekuensi meminumnya 3 – 4
kali sehari
6. Kemangi hutan /
Lampes Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Kemangi hutan berupa terna atau perdu bercabang banyak setinggi
0,30 – 1,50 m. Dapat ditemui di seluruh Jawa dari dataran rendah.
Caranya:
Ø sebagai obat tukak lambung
dianjurkan untuk mengkonsumsi daun segar kemangi hutan (lampes) sebagai lalap
setiap hari.
7. Kencur
Caranya:
Ø 1 jari rimpangnya.
Ø Rimpang dicuci bersih
dikupas dan dikunyah dengan garam seperlunya.
Ø Sesudah halus dikunyah,
kencur ditelan, disusul dengan minum air hangat.
Ø Ini dilakukan 3 kali dalam
sehari.
8. Lidah buaya
Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Aloenin dan Magnesiun laktat dalam daun lidah buaya yang
diidentifikasikan dapat menghambat sekresi asam lambung.
Caranya:
Ø Gel segar dari sekitar 1
lembar daun lidah buaya,
Ø diminum untuk sekali minum.
Ø Dalam sehari perlu
meminumnya sebanyak 2 kali.
Ø Untuk memperbaiki rasa gel
bisa diberi madu secukupnya.
Ø Ibu hamil sebaiknya tidak
mengkonsumsi ramuan ini.
9. Pisang
raja Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Buah ini mampu melindungi selaput lendir akibat peningkatan asam
lambung karena mengandung antitukak peptik. Cara menggunakannya: pilih pisang
yg sudah tua tetapi belum matang. Potong pisang tersebut kecil-kecil menyerupai
keripik. Jemur potongan tersebut dengan cara diangin-anginkan. Setelah kering,
blender atau tumbuk hingga terlihat seperti tepung. Cara mengkonsumsinya cukup
campur 2 sendok bubuk pisang tadi dengan madu asli, setelah itu diminum pada
pagi dan malam hari.
10. Susu kambing Sebagai Pengobatan
Tradisional Asam Lambung
Untuk pengobatan maag, cukup minum segelas susu kambing secara
teratur karena susu kambing memiliki basa yang bisa menetralkan asam lambung yg
berlebihan.
11. Ketela
Pohon Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Cara penggunaanya: Parut ketela pohon yang telah dikupas dan
dicuci dengan bersih. Peras parutan tersebut hingga terdapat endapan
sari/patinya. Makan endapan tersebut secara teratur pagi dan sore.
12. Kacang
Hijau Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Kacang hijau juga sangat bermanfaat untuk pengobatan sakit maag
karena mampu menebalkan lapisan lambung. Selain itu, juga bisa menetralkan
kadar asam lambung yang berlebih. Cara mengkonsumsinya cukup makan bubur kacang
hijau buatan sendiri yang tanpa santan. Usahakan jangan terlalu lama
memasaknya. Makan bubur tersebut secara rutin pagi dan sore.

No comments:
Post a Comment